<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"><title>JPrasojo's blog - Telco</title><link href="http://onty.maclab.org/" rel="alternate"></link><link href="http://onty.maclab.org/feeds/telco.atom.xml" rel="self"></link><id>http://onty.maclab.org/</id><updated>2015-12-22T18:43:00+00:00</updated><entry><title>Apa itu Online Charging System(OCS) Part 2</title><link href="http://onty.maclab.org/2015/12/22/apa-itu-online-charging-systemocs-part-2/" rel="alternate"></link><published>2015-12-22T18:43:00+00:00</published><updated>2015-12-22T18:43:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2015-12-22:/2015/12/22/apa-itu-online-charging-systemocs-part-2/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Reference:
&lt;em&gt; http://www.3g4g.co.uk/Tutorial/ZG/zg_camel.html
&lt;/em&gt; http://blog.3g4g.co.uk/2007/12/camel-and-ims.html&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Reference:
&lt;em&gt; http://www.3g4g.co.uk/Tutorial/ZG/zg_camel.html
&lt;/em&gt; http://blog.3g4g.co.uk/2007/12/camel-and-ims.html&lt;/p&gt;</content><category term="Charging System"></category><category term="OCS"></category><category term="Prepaid System"></category><category term="Intelligent Network"></category></entry><entry><title>Apa itu Online Charging System(OCS) Part 1</title><link href="http://onty.maclab.org/2014/11/23/apa-itu-online-charging-systemocs-part-1/" rel="alternate"></link><published>2014-11-23T18:34:00+00:00</published><updated>2014-11-23T18:34:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2014-11-23:/2014/11/23/apa-itu-online-charging-systemocs-part-1/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Assalamu'alaikum,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cihuy, gaya dikit, sekarang ngeblog pake vim :D. Setelah sukses migrasi 2 blog lama ke github, sekarang pertama kalinya nulis lagi pake vim :D
Udah lama pengen nulis tentang seri telekomunikasi, setelah melepaskan diri dari dunia J2EE application server sejak 6 (hampir 7 tahun yang lalu) karena insyaf :D …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Assalamu'alaikum,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cihuy, gaya dikit, sekarang ngeblog pake vim :D. Setelah sukses migrasi 2 blog lama ke github, sekarang pertama kalinya nulis lagi pake vim :D
Udah lama pengen nulis tentang seri telekomunikasi, setelah melepaskan diri dari dunia J2EE application server sejak 6 (hampir 7 tahun yang lalu) karena insyaf :D
Ternyata di tempat yang sekarang, pengetahuan java itu masih dibutuhkan sedikit-sedikit kok, apalagi konsep pemrograman. Java tetep dipake, tapi karena sourcenya nggak dipublish sama team Design Unit, jadi ya, cara mudah nge-trace problem tentu dengan decompile .class nya :D, karena ternyata nggak di obfuscate juga :D. Knowledge programming dan dasar-dasarnya juga alhamdulillah masih terpakai, walaupun seringnya sekarang debug script, bukan bikin script, he he. Unix/Linux juga kepake banget, database knowledge juga (jadi siapa tuh yang bilang kuliah ngga ada gunanya ? :D ). Ya kalo anda memutuskan jalan hidup yang keras untuk jadi engineer ya resikonya begini lah. Lho Bill Gates apa bukan engineer juga ? Dia drop out kuliah lho ? Kalo anda mikir gitu ya silakan, saya ndak maksa. Nanti kalau ada sukses karena terinspirasi tulisan ini, kasih tau saya ya :D.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yakk, balik ke topik (enak juga ngetik di vim ternyata ya), lancar jaya. Jadii, di tulisan saya yang lain di topik Telco, dulu saya pernah menulis bahwa Billing adalah jantungnya telekomunikasi. Ini masih benar, karena Billing tetap sumber pemrosesan pemasukan perusahaan Telekomunikasi. Tapi ada satu yang kurang disitu, anda tau ? Yak, betul. Kebanyakan billing tidak melakukan prosesnya secara realtime. Bukan berarti kuno, karena Billing punya fungsi dan keunggulannya sendiri. Nanti kita bahas ya bagaimana Online Charging System dan Billing System bisa co-exist satu sama lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu bagaimana dengan Online Charging System ? ya tentu saja sesuai namanya, 'Online', berarti harus On terus, dan realtime. Online Charging System (kita singkat OCS aja ya) dalam hal ini secara simplenya bertugas melakukan fungsi Rating secara online dan realtime. Berikut kira-kira list lengkap fungsi dari OCS :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;0. Subscriber database&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Realtime rating&lt;/strong&gt;
Masih ingat apa itu rating ? Yak, di artikel yang duluuu banget tentang Billing ( cari sendiri ya, belum tau caranya refer link di halaman yg sama pake markdown :p) yaitu proses untuk menentukan cost dari sebuah event. Nah, karena realtime, maka semua parameter yang dibutuhkan untuk menentukan cost tsb ya harus tersedia saat itu juga..nah, ini bedanya sama Billing, dan ini salah satu yang bikin mereka bisa co-exist :). &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Contohnya untuk menentukan cost dari sebuah voice call antar operator pada jam tertentu misalnya. Berikut parameter realtime yang harus ada dan akan dibutuhkan kira-kira seberti berikut :&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;- Calling Number ( sering disebut A#, A party, etc )
- Called Number ( sering disebut B#, B party, etc), buat nentuin tujuan nelponnya kemana. Kalo sesama operator biasanya gratis atau lebih murah daripada nelpon ke beda operator kan ? Trus kalo yang sering nelpon ke nomer premium, pasti tarifnya beda juga kan ? :)
- Location Information, kalo di spek 3GPP disebut locationNumber, berupa angka tertentu yang menunjukkan lokasi A# saat melakukan panggilan. Biasanya dipakai untuk menggabungkan beberapa cell-id menjadi satu. Kenapa harus digabungin ? ya bayangin aja, operator gede BTS nya sampe puluhan ribuan, masing-masing BTS biasanya punya 3 cell-id, mabok dah kalo yang dijadiin parameter buat Rating nya cell-id :D. Dari parameter ini juga ketauan, pas lagi nelpon ini lagi di Home Network ( dalam negeri biasanya ), atau lagi Roaming di luar negeri.
- Calling Time, waktu dimana event itu terjadi. Dari MSC biasanya dalam millisecond, tapi operator berhak rounding dong ke second terdekat ;)
- Faktor lain, misal: Sisa Bonus, daftar paket promo apa nggak 
&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;


&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Realtime charging&lt;/strong&gt;
Nah, setelah costnya berhasil ditentukan, tinggal ngurangin pulsa deh, secara realtime. Jadi begitu voice call selesai ditutup, langsung cek pulsa, keliatan deh sisa pulsa tinggal berapa, ga perlu nunggu sebulan pas billingnya keluar :) &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Realtime balance management&lt;/strong&gt;
Balance management ini termasuk didalamnya manajemen sisa pulsa :D. Tau kan, jaman sekarang pake smartphone, data nyala terus, sambil kirim sms, pulsa habis, trus pelanggan isi ulang dan ngecek sisa pulsanya. Nah, ada duit masuk, duit keluar, dan bisa jadi menuju ke 'dompet pulsa' yang sama. Ini maksudnya balance management.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, selain fungsi dasar diatas, biasanya OCS juga bisa melakukan hal-hal sbb:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Mengirimkan notifikasi ke pelanggan&lt;/strong&gt;
Pernah gak tiba-tiba nerima notifikasi 'sisa pulsa anda tinggal Rp xxx,- kirim 2 sms lagi untuk mendapat free sms seharian'. Nah, fitur notifikasi seperti ini bisa dimiliki oleh OCS. Alasannya ya wajar, karena OCS melakukan rating dan charging secara realtime, maka OCS bisa memberikan notifikasi lebih akurat juga. Fitur ini juga banyak dipakai buat pelanggan yang sedang roaming ke luar negeri, untuk menerima notifikasi peringatan tagihan ketika mencapai usage tertentu. Beberapa negara yang saya tau sudah mulai memiliki regulasi agar setiap operator memiliki fungsi notifikasi roaming control seperti ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Maintain lifecycle &lt;/strong&gt;
Lifecycle itu lebih populer dengan nama 'masa tenggang' kalo di sistem prabayar. Masa tenggang pertama, anda hanya bisa menerima panggilan. Masa tenggang berikutnya, nomer anda di blok tidak bisa melakukan dan menerima panggilan. Masa tenggang berikutnya, pulsa anda hangus :). Masa tenggang terakhir ? Nomer anda sudah dihapus dari jaringan telekomunikasi (baca:hangus). Nah, karena OCS menyimpan data subscription (kapan mulai start berlangganan, kapan masa tenggang, berapa sisa pulsa, dst), maka OCS juga lah yang biasanya secara realtime akan melakukan komunikasi dengan network element (dalam hal ini HLR, Home Location Register), untuk melakukan pemblokiran nomer.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Maintain announcement list buat pelanggan&lt;/strong&gt;
Pernah gak, sisa pulsa tinggal 500 perak, lalu dipake buat nelpon ? Biasanya kita dapet 'ceramah' panjang dulu dari operator, isinya kira-kira 'pulsa anda hampir habis, silakan melakukan isi ulang bla bla bla', trus baru telponnya nyambung. Lalu contoh lain, ketika lagi gencar promo dari operator, 1x tiap hari ketika akan melakukan panggilan telepon, anda dapet 'ceramah' lagi ? nah, OCS juga bisa mengirimkan kode announcement ke MSC, berubah-ubah sesuai dengan kondisi pelanggan. MSC akan menerima perintah pemutaran announcement, dan memutar announcement yang diperintahkan.Atau ketika nomer anda hampir expired, anda akan mendengar 'ceramah' untuk segera membeli voucher baru :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Revenue Reporting&lt;/strong&gt;
Kalo ini sepertinya udah jelas ya, OCS juga merupakan sumber digalinya laporan keuangan laba perusahaan :). Hal ini biasanya tidak diproses secara realtime, karena OCS dirancang untuk transaksi online, bukan sebagai transaksi reporting. Biasanya setiap kali sebuah event selesai dirating, OCS akan menulis data transaksi berupa file CDR ( Call Detail Record ) yang kemudian bisa di proses dan di feed kedalam database untuk keperluan reporting.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Centralized Subscriber and QoS storage&lt;/strong&gt;
Nah, ini fungsi terbaru OCS yang paling keren di era Broadband. Yak, OCS juga bisa memberikan data mengenai QoS yang seharusnya dimiliki oleh pelanggan. Misal, seorang pelanggan A berlangganan paket data yang paling murah, seribu perak seharian, internet unlimited. Lalu ada pelanggan B, berlangganan paket data premium 500 ribu perak sebulan. Nah, karena OCS memaintain data paket apa saja yang dimiliki pelanggan, maka OCS juga merupakan sumber informasi QoS apa yang seharusnya diberikan pada pelanggan. Untuk pelanggan premium, tentu sudah seharusnya mendapat QoS paling tinggi, wajar karena dia bayar mahal untuk paket datanya. Nah, informasi QoS ini akan diberikan oleh OCS melalui sebuah protokol yang baru di sahkan oleh 3GPP, namanya Sy. Lebih lanjut tentang protokol charging di bagian ke 2 ya. Intinya, informasi QoS profile akan di feed oleh OCS ke PCRF, yang akan menerima query dari PCEF tentang QoS profile apa yang seharusnya di apply untuk tiap pelanggan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lho, ngapain harus lewat PCRF, kenapa PCEF nggak langsung nanya ke OCS kalo gitu, daripada harus lewat calo dulu kan ? :D. Ya bisa juga sih, spek 3GPP memungkinkan PCEF mengirim protokol Gx ke either PCRF atau OCS langsung (kalau OCS nya support). Masalahnya arsitektur yang terlanjur berkembang untuk paket data adalah, terpisahnya database pelanggan dan database QoS paket data. Arsitektur yang umum ( karena network operator biasanya adalah evolusi dari 2G, 3G, ke 4G ) yaitu database QoS ditaruh di PCRF, dan database pelanggan(account dan balance) berada di OCS. Nah untuk menyatukan data pelanggan ini, dan juga agar ketika mendaftarkan paket data tidak perlu mendaftarkan ke 2 tempat (OCS dan PCRF), maka arsitektur yang baru dikembangkan adalah, data pelanggan akan dimaintain di OCS, dan PCRS akan menggunakan protokol Sy untuk mengambil data QoS dari OCS, dan mengapply nya via PCEF. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dapet gambar yang bagus nih di salah satu white paper nya vendor OCS terkemuka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img alt="Hubungan OCS, PCRF, dan PCEF" src="http://onty.maclab.org/images/ocs-pcrf.jpg"&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Udah pusing? berasa mbulet ? Silakan tinggalkan komentar. Kalau ada yang dirasa kurang masuk akal juga monggo silakan tinggalkan komentar. Kalau saya yang salah, tulisannya akan saya ralat, tidak usah kuatir ;)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lanjut ke part 2 yah, protokol standar apa aja yang disupport oleh -kebanyakan- Online Charging System :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Cheers.&lt;/p&gt;</content><category term="Charging System"></category><category term="OCS"></category><category term="Prepaid System"></category><category term="Intelligent Network"></category></entry><entry><title>Telco Billing #2, Interconnect that matters...</title><link href="http://onty.maclab.org/2009/01/13/telco-billing-2-interconnect-that-matters/" rel="alternate"></link><published>2009-01-13T00:00:00+00:00</published><updated>2009-01-13T00:00:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2009-01-13:/2009/01/13/telco-billing-2-interconnect-that-matters/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Ok, sekarang penentuan tarif interkoneksi.
Sejak tahun 2007, Indonesia menganut sistem Cost Based Interconnection (kalau di dunia lebih dikenal dengan Bottom Up-Long Run Incremental Cost, dan saat ini konsultan nya buat negara kita yaitu Ovum, yang merekomendasikan sistem Cost Based ini di Indonesia ). Ilustrasi di paragraf ketiga akan mencoba menjelaskan …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Ok, sekarang penentuan tarif interkoneksi.
Sejak tahun 2007, Indonesia menganut sistem Cost Based Interconnection (kalau di dunia lebih dikenal dengan Bottom Up-Long Run Incremental Cost, dan saat ini konsultan nya buat negara kita yaitu Ovum, yang merekomendasikan sistem Cost Based ini di Indonesia ). Ilustrasi di paragraf ketiga akan mencoba menjelaskan dengan bahasa manusial normal, tentang bagaimana sistem ini bekerja. Intinya adalah, semua variable yang berpengaruh dalam pembuatan sebuah panggilan, akan diperhitungkan di dalamnya. Seperti kita ketahui, ketika kita membuat suatu panggilan suara ( baca: nelpon ), di dalamnya kita melibatkan BTS, BSC, MSC, dan IN dari operator. Dan begitu juga ketika panggilan kita disampaikan ke nomer tujuan, komponen yang terlibat kurang lebih sama. Nah, semua komponen tersebut memiliki biaya produksi, termasuk diperhitungkan juga biaya penyusutannya. Hasilnya adalah tariff interkoneksi, lokal, SLJJ, dan Internasional, per menit, untuk durasi yang lebih dari 5 detik. Artinya, call yang melibatkan interkoneksi kurang dari 5 detik, tidak akan di charge. Kenapa 5 detik ? karena nilai ini dianggap sebagai waktu maksimum yang dibutuhkan agar perangkat-perangkat interkoneksi antar operator dapat berbicara satu sama lain. Kalau bisa kurang dari itu ya bagus, kalau tidak, kemungkinan besar anda akan dapat drop call.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu apa untungnya memakai sistem Cost Based ini ? Syahdan pada jaman dahulu kala, terdapat duopoli sektor telekomunikasi di Indonesia, yep, Telkom dan Indosat. Seluruh traffik interkoneksi antar operator, haruslah transit melalui kedua operator ini, baik lokal, SLJJ, maupun internasional. Karena cuma dua operator ini, maka yang menentukan harga ya terserah yang jualan, ya tho ? Sampai akhirnya pada tahun 2006, muncullah peraturan menkominfo tentang pemberlakuan sistem interkoneksi yang baru. Peraturan ini memungkinkan operator untuk membuat interkoneksinya sendiri, atau tetap transit lewat dua operator tadi. Efeknya ? biaya interkoneksi jadi bisa bersaing ( baca: turun ). Kok bisa ? ya karena kalau ada dua operator membuat interkoneksi satu sama lain, dan ternyata cost nya lebih murah daripada transit ke dua operator duopolist diatas, ya kenapa tidak ? Sebaliknya, operator duopolist tentu akan pikir-pikir lagi kalau memasang tariff, kalau interkoneksi direct lebih murah, maka dagangan mereka nggak ada lagi yang beli dong, ya kan ? Imbas turunnya tariff interkoneksi ini juga sampai ke pelanggan seperti kita. Karena tariff interkoneksi turun, akibatnya tariff retail juga turun deh. Seperti judul diatas, kalau tidak ada interkoneksi, kita akan kuper, apalagi kalau kita operator baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seperti uraian diatas, di dalam billing interkoneksi, juga dikenal istilah sambungan lokal, dan sambungan jarak jauh (SLJJ) seperti di billing retail. Bedanya, kalau di billing retail, penentuan lokal dan SLJJ didasarkan pada POC pemanggil dan penerima. Kalau POC nya sama, maka dihitung tariff lokal, dan kalau berbeda maka dihitung tariff SLJJ. Misal, kalau kita telpon dari Bandung yang POC nya 022 (Ingat, POC kira-kira sama dengan kode area, well...more or less) ke Bandung juga, maka tariffnya adalah lokal. Kalau dari Bandung ke Jakarta ( 021 ) maka tariffnya adalah interlokal (SLJJ), karena POC nya berbeda.
Nah, kalau di billing interkoneksi, penentuan lokal dan SLJJ agak sedikit berbeda. Di billing interkoneksi, yang berpengaruh adalah POI operator caller, dan POC operator yang dituju. Sebuah call diperhitungkan lokal, jika POI nya sama dengan POC tujuan. Misal, operator X dan Y membuat titik interkoneksi ( POI ) di Surabaya. Lalu ada pelanggan operator X dari Mojokerto misalnya, menelpon saudaranya yang berlangganan operator Y di Surabaya. Maka biaya interkoneksinya akan menjadi lokal. Kenapa ? karena POI operator X dan Y berada di Surabaya, dan operator tujuan ( operator Y ) adalah di Surabaya, POI = POC tujuan. Sedangkan si pengguna operator X di Mojokerto tadi, terkena charge tariff retail SLJJ, karena POC pemanggil != POC tujuan. Disinilah perbedaan mendasar antara billing retail dan billing interkoneksi.
Billing Retail ( billing yang dikenakan pada pelanggan ) :&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;1. Lokal, jika POC A = POC B
2. SLJJ, jika POC A != POC B
&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;


&lt;p&gt;Billing interkoneksi ( billing antar operator ) :&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;1. Lokal, jika POI A = POC B
2. SLJJ, jika POI A != POC B
&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;


&lt;p&gt;Lalu bagaimana dengan tariff interkoneksi untuk internasional call ( SLI ) ? Seperti yang kita ketahui, kini ada 3 operator yang memiliki lisensi untuk SLI ini, Telkom, Indosat, dan BTel. Artinya, mau tidak mau, operator yang ada haruslah memiliki perjanjian transit dengan salah satu dari 3 operator ini. Dari sini, tariffnya adalah tariff per-negara. Dan biasanya, operator-operator yang lain tinggal membundling tariff SLI dari operator pemilik lisensi SLI ini, ke dalam tariff retail mereka, dan sistemnya adalah komisi. Biaya interkoneksi dibayarkan penuh, namun untuk tiap panggilan yang melewati sistem interkoneksi operator pemilik lisensi SLI tadi, operator pemanggil akan mendapatkan komisi, yang besarnya tentu saja tergantung dari volume traffik yang dilewatkan. Begitu juga dengan panggilan masuk dari luar negeri. Trafficnya juga hanya bisa melalui 3 operator SLI tadi, dan tariffnya tergantung perjanjian antara operator SLI dengan operator penerima panggilan yang sebenarnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kira-kira demikianlah proses interkoneksi. Mungkin di lain kesempatan akan dibahas tentang billing retail. Any comments ? please wrote it down.&lt;/p&gt;</content></entry><entry><title>Telco Billing #1, Interconnect that matters...</title><link href="http://onty.maclab.org/2009/01/10/telco-billing-1-interconnect-that-matters/" rel="alternate"></link><published>2009-01-10T00:00:00+00:00</published><updated>2009-01-10T00:00:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2009-01-10:/2009/01/10/telco-billing-1-interconnect-that-matters/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Seperti disebutkan dalam judul diatas, bidang interkoneksi adalah bidang yang sangat berpengaruh dalam kelangsungan operasional sebuah operator, terutama buat operator non incumbent. Bagaimana tidak, bagi operator baru, tidak ada interkoneksi berarti tidak terhubung ke jaringan lain, pelanggan tidak akan bisa bertelpon/ber-sms ke operator lain ( terutama jika operator itu incumbent …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Seperti disebutkan dalam judul diatas, bidang interkoneksi adalah bidang yang sangat berpengaruh dalam kelangsungan operasional sebuah operator, terutama buat operator non incumbent. Bagaimana tidak, bagi operator baru, tidak ada interkoneksi berarti tidak terhubung ke jaringan lain, pelanggan tidak akan bisa bertelpon/ber-sms ke operator lain ( terutama jika operator itu incumbent ), dan ini vital sekali. Peraturan Menkominfo tentang interkoneksi ini bisa di unduh &lt;a href="http://www.blogger.com/mod="&gt;disini&lt;/a&gt; .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam bidang interkoneksi dikenal istilah-istilah berikut :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. POC (Point of Charge)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau jaman PSTN(telpon rumah kabel) hanya ada cuma Telkom saja seperti dulu, POC ini kita kenal dengan istilah kode area. Katakanlah Mojokerto, maka kode area nya 0321, Surabaya, 031, dst. Seiring dengan waktu, muncullah telepon seluler, yang untuk menentukan POC nya sebenarnya lebih sulit, karena sifatnya yang mobile dan dapat berpindah-pindah, akibatnya POC untuk telepon seluler ini tidak menyerap 100% dari POC milik PSTN dan FWA(telepon cdma yang non seluler, seperti flexi, esia, hepi). POC ini adalah basis yang digunakan untuk menentukan dimana lokasi penelpon dan penerima telpon.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. POI (Point of Interconnection)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah titik dimana alur traffic mengarah masuk atau keluar, dari network lokal milik operator yang bersangkutan, menuju ke network milik operator lain. Kita akan lebih mudah memahami ini dengan contoh kasus, yang akan diulas lebih lanjut di bawah. Yang jelas, semakin banyak kita memiliki POI dengan operator lain (dan yang ter-utilisasi dengan optimal tentunya ) maka cost interkoneksi ini akan jauh lebih bisa ditekan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Originasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah titik dimana alur traffic berasal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Transit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah titik dimana alur traffic disalurkan melalui network operator lain, untuk kemudian bisa sampai ke tujuan. Bayangkan ini seperti ketika kita memaketkan barang lewat tiki. Tiki adalah titik transit pertama kita, untuk kemudian bisa sampai ke tujuan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Terminasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Adalah titik dimana alur traffic berakhir di tujuan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ke-lima komponen ini berpengaruh penting dalam penentuan tarif biaya interkoneksi, yang pada ujungnya juga akan mempengaruhi tarif retail akhir yang akan ditawarkan ke pelanggan. Itulah kenapa ketika pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif interkoneksi antar operator, tarif retail juga diharapkan akan ikut turun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita akan bahas ini dengan mengambil contoh langsung kasusnya, sebuah perusahaan telekomunikasi selular X.
Ketika pertama kali didirikan, operator X sudah harus menetapkan basis daerah awal dimana saja mereka akan beroperasi. Dari sinilah kemudian operator tersebut menyusun POC mana saja yang akan mereka miliki. Dan dari sini pulalah mereka akan membuat pemetaan prefix nomor mereka. Sebagai contoh, untuk daerah Jakarta, operator X akan membuat prefix 08XX170YYYY. 4 digit pertama (08XX) dikenal sebagai NDC, National Destination Code. Ini prefix yang menandakan blok nomor seluler tertentu milik operator tertentu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah memiliki POC, maka operator X harus juga membuka layanan interkoneksi dengan operator lain. Karena di Indonesia terdapat 12 operator, maka interkoneksi ini harus dibuat ke seluruh operator-operator tersebut. Pembuatan infrastruktur interkoneksi menuju operator-operator lain ini juga bukan dengan biaya yang kecil, apalagi jika alur traffic menuju operator-operator tersebut masih sangat kecil, karena tentu operator X juga membutuhkan biaya untuk balik modal kan ;).
Dari sini, muncullah operator Y yang bertindak sebagai operator transit. Artinya, operator X tidak perlu membangun jaringan interkoneksi ke seluruh operator yang ada, yang diperlukan hanya 1 buah infrastruktur interkoneksi, menuju operator Y sebagai operator transit, yang nantinya akan menyalurkan alur traffic menuju operator tujuan yang sebenarnya. Dari sini kita sudah mendapatkan gambaran, bagaimana kira-kira maksud dari originasi, terminasi, dan transit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu, kapan sebuah operator perlu membangun jaringan interkoneksinya sendiri ? Dari data statistik operator X tiap bulan, tentu operator X bisa melihat kemana tujuan paling banyak alur traffic dari pelanggannya. Dan begitu juga darimana pelanggannya paling banyak menerima panggilan. Jika cost transit ini diperkirakan sudah akan lebih mahal daripada membangun infrastruktur interkoneksi langsung dengan operator tujuan, maka sudah saatnya infrastruktur interkoneksi langsung ini dibangun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oh ya, dari tadi ini kita masih membicarakan panggilan suara (voice) yah, kalau untuk SMS, infrastruktur interkoneksi harus dibuat satu-persatu menuju operator tujuan, karena SMS ke operator lain tidak bisa disampaikan melalui jaringan transit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu bagaimana dengan penentuan tarif interkoneksi ? Tunggu di bagian #2 yah...&lt;/p&gt;</content><category term="Interconnect Telekomunikasi Telco Billing Interkoneksi"></category></entry><entry><title>Teknologi CDMA 450</title><link href="http://onty.maclab.org/2008/12/21/teknologi-cdma-450/" rel="alternate"></link><published>2008-12-21T00:00:00+00:00</published><updated>2008-12-21T00:00:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2008-12-21:/2008/12/21/teknologi-cdma-450/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Minggu siang, iseng-iseng menyalakan speedy dan browsing. Saya menemukan banyak artikel tentang CDMA 450, yang pas banget dengan bidang tempat kerja saya sekarang.
Jadi ceritanya begono, pada jama dahulu kala, tersebutlah sebuah teknologi analog bernama NMT, Nordic Mobile Telephone. Teknologi NMT ini kira-kira sekelas dengan teknologi AMPS yang ada sebelum …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Minggu siang, iseng-iseng menyalakan speedy dan browsing. Saya menemukan banyak artikel tentang CDMA 450, yang pas banget dengan bidang tempat kerja saya sekarang.
Jadi ceritanya begono, pada jama dahulu kala, tersebutlah sebuah teknologi analog bernama NMT, Nordic Mobile Telephone. Teknologi NMT ini kira-kira sekelas dengan teknologi AMPS yang ada sebelum jaman GSM dulu.Orientasinya voice only, lalu muncullah teknologi GSM, yang perbedaan 'paling terlihat' nya dengan AMPS adalah kemampuannya untuk mengirim SMS, dan satu hal lagi yang waktu itu masih nice to have-tapi sangat berpengaruh saat ini, apa itu ? yak, anda benar, GPRS. Namanya juga industri yang berbasis teknologi, maka dunia telekomunikasi dan para pelaku-pelaku di dalamnya juga harus berbenah menghadapi evolusi teknologi yg semakin berkembang. Para pelaku di dunia telekomunikasi tadi juga semakin merasa, bahwa mereka memerlukan sebuah standarisasi dari varian teknologi yang banyak berkembang. Muncullah organisasi-2 seperti GSMA (GSM Association-&amp;gt;3GPP), dan CDG(CDMA Development Group-&amp;gt;3GPP2). Lalu, CDMA 450 ini posisinya dimana ? Sabar sabar...
Seperti namanya, CDMA 450 ini termasuk teknologi yang beraliran CDMA, dan teknologi di dalamnya masuk ke dalam spesifikasi yang dibuat oleh CDG. Seperti kita ketahui, selain di frekwensi 450Mhz, CDMA juga ada yg beroperasi di 800Mhz dan 1900Mhz. Frekwensi 450Mhz ini dibuat sebagai transitional path untuk para operator telekomunikasi yang berbasis teknologi NMT.
Gambar yang menarik saya temukan di situs CDG (http://www.cdg.org/technology/3g/cdma450.asp) berikut ini :
&lt;img alt="Spektrum 450Mhz diantara spektrum lainnya" src="http://www.cdg.org/technology/3g/images/cdma_450_v04.jpg"&gt;
Kalau dilihat dari gambar diatas, frekwensi 450Mhz berada di paling luar, yang berarti jangkauan dari sebuat BTS dengan frekwensi 450Mhz lebih luas dari yang lain. Artinya, untuk mencakup daerah yang dengan luas yang sama, jumlah BTS yang dibutuhkan akan lebih sedikit dengan frekwensi ini. Teknologi CDMA dengan frekwensi 450Mhz ini banyak terdapat di negara2 skandinavia(rusia, checz), dan beberapa negara asia, seperti laos, kamboja, vietnam, dan tentu saja Indonesia. Dan seharusnya ini adalah jawaban untuk menyediakan sarana telekomunikasi di banyak desa-desa pedalaman di Indonesia.
Tantangan berikutnya adalah implementasi. Para pebisnis telekomunikasi tentu selalu saja kembali ke pertanyaan mendasar, apakah marketnya ada kalau teknologi ini diimplementasikan di desa-desa pedalaman ? Pemerintah sih inginnya desa-desa tertinggal juga maju, tapi tetap saja, investasi kan butuh balik modal ? Apa penduduk desa-desa pedalaman itu mampu dan butuh teknologi ini ? Don't get me wrong, tetapi banyak desa-desa pedalaman di Indonesia sebenarnya justru adalah kantung-kantung konsumen strategis dan potensional. Kenapa ? Kalau anda berasal dari desa (baca:wong nDeso), berapa banyak teman-teman masa kecil anda yang merantau keluar kota ? atau keluar negeri bahkan ? Banyaknya perantau berarti banyak pula yang ingin berkomunikasi dengan keluarga di desa, bukan begitu ?Atau sebuah pertanyaan simple, berapa jumlah minimum ternak sapi atau kambing yang dimiliki penduduk di desa ? :D belum lagi pertanyaan jumlah hektar sawah yang mereka punya ? So, pertanyaan diatas sudah terjawab dengan sendirinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu ada pertanyaan lain, "..jadi, teknologi ini hanya cocok untuk operator yang ingin bermain di pedesaan kah" ? Well, kalau itu sih masalah ekspansi pasar yah. Dengan makin berkembangnya handset yang beredar di pasaran saat ini, bukan tidak mungkin sebentar lagi akan keluar handset triple band, 450-800-dan 1900Mhz di pasaran. Selama ini kita baru mengenal handset yang support 2 band saja, 800 dan 1900Mhz. Dengan fleksibilitas ini, sebenarnya kalau operator ingin punya dual license, tinggal beli ke pemerintah kan ( atau not so simple yah ? sorry :D ) ? Atau jalan paling cepat yaaa, kerjasama roaming dengan operator CDMA yang sudah memiliki teknologi ini. Aneh ya denger kata CDMA Roaming ? kalau pake GSM kan sudah biasa bagi yang sering jalan2 keluar negeri, dengan istilah international roaming. Intinya handset harus support frekwensinya dulu. Dan yang saya tau, handset untuk frekwensi 450Mhz ini memang terbatas, merknya mungkin hanya Huawei, Quallcom, atau Ubiquam. Pasar baru lagi nih buat produsen handset, he he.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada akhirnya, konsumen kan sebenarnya tidak peduli dengan teknologi yang akan dipakai, mau itu CDMA, mau itu 3G, WiMax, pada frekwensi berapapun, jika itu bisa memenuhi kebutuhan mereka, ya why not. Biarlah para vendor yang berperang di tataran teknologi ini, kita tinggal daftar, nikmati layanannya, dan jangan lupa, bayar tagihannya :p Bagi yang butuh akses internet cepat, sudah ada HSDPA untuk para pengguna GSM 3G dan EvDO dengan berbagai versi revisinya buat para pengguna CDMA. O ya, untuk teknologi CDMA 450 ini, karena teknologi basisnya CDMA, dan hanya frekwensinya saja yang 'tidak umum', EvDO ini juga bisa jadi termasuk layanan yang ditawarkan. Dan kalau secara teori range frekwensinya bisa mencapai 50Km2, maka seharusnya teknologi EvDO yang berjalan di atas frekwensi ini akan sama-sama menjanjikannya dengan teknologi WiMax, hanya saja mungkin untuk bandwidth speed nya, WiMax masih akan lebih unggul. Tapi balik-balik lagi, kalau sudah cukup dengan 3.1Mbps (EvDO Rev.A) untuk sekedar buka web, chatting, voip dan video streaming, buat apa terlalu serakah ? :D&lt;/p&gt;</content><category term="Telco Billing CDMA 450 3G"></category></entry><entry><title>Speedy Vs Matrix Broadband 3.5G</title><link href="http://onty.maclab.org/2008/12/18/speedy-vs-matrix-broadband-35g/" rel="alternate"></link><published>2008-12-18T00:00:00+00:00</published><updated>2008-12-18T00:00:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2008-12-18:/2008/12/18/speedy-vs-matrix-broadband-35g/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Uhm, ok let's get this straight, here's my opinion for those written titles above. We will compare only the 'unlimited' versions of them. I'm currently using the Speedy personal with 1Gb quota, and 1024 Kbps bandwidth (but it's free from 8pm to 8am - next morning, so I consider this unlimited …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Uhm, ok let's get this straight, here's my opinion for those written titles above. We will compare only the 'unlimited' versions of them. I'm currently using the Speedy personal with 1Gb quota, and 1024 Kbps bandwidth (but it's free from 8pm to 8am - next morning, so I consider this unlimited too). And for the backup, I'm using Matrix Broadband 3.5G with Isat Eco package.It's unlimited quota, the bandwidht was around 256 Kbps, but if your usage reaches 2Gb, they will limit your bandwidth until up to 64 Kbps. Both costs me around Rp 100rb per month.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Speedy&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;After upgrading their speed to 1024 Kbps (well yes, actually the speed was never reach 1024Kbps~128KBps), but still - in terms of 'unlimited', speedy still the best. Imagine after a day full of hardwork, you're going home, arrived at home on 6.30pm, playing with your son/daughter, and finally after they sleep, you open up your laptop and start browsing without having any worries that your quota this month will reached. Speedy gave me 1Gb quota every month, and yet no matter how crazy I download something from the internet, as long as I do that from 8pm to 8am, it's free.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;But still, speedy has some flaws. Usually during 8pm to 10pm, the connection can not be stable enough. Sometime I have to reconnect-force my DSL connection. Well, it's annoying if you're in the middle of downloading something or connecting to your office via VPN. For now, my Free Download Manager can handle this, but sure this is something to be fixed by the Speedy team. Can't wait until they launch the IPTV services, wonder what would it be.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Matrix Broadband 3.5G&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I got this package for free, those Customer Service offered it to me via phone, and I took it. It's stable enough ( if you're not that mobile ), my VPN connection hold very stable on this. But the limited bandwidth speed is also annoying. Being used to with 1024 Kbps with speedy and then switch to Isat Eco with only 256Kbps sometimes make me sick. nd the worst thing is that if you fall into GPRS mode, you'll better choose TelkomNet instan for this. It's back to where your position is, and how strong the signal from your place. In my place here, I have 2-3 bars of signal, and yet the bandwidth speed I considered to be 'slow', not fast enough, although your modem shows that it supports until 7.2 Mbps...well, it's only on your dream :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Having both of this services in parallel, I decided that both must be used optimally, and if I can, I have to earn something back from it. Still trying to look at how internet marketing works, combined with how to use google adSense in our websites.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Any clue/wisdom words for me ? Please fill in your comment.&lt;/p&gt;</content><category term="Broadband at home Internet 3G"></category></entry><entry><title>Popular telco billing terms #1</title><link href="http://onty.maclab.org/2008/06/20/popular-telco-billing-terms-1/" rel="alternate"></link><published>2008-06-20T00:00:00+01:00</published><updated>2008-06-20T00:00:00+01:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2008-06-20:/2008/06/20/popular-telco-billing-terms-1/</id><summary type="html">&lt;p&gt;I wrote this post in case if someone got interested on Telco Billing but they dont familiar with it's basic common glosarry in a telco billing environment. These cheat words will come in handy when you're in the middle of an interview :D for a billing position. At least it …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;I wrote this post in case if someone got interested on Telco Billing but they dont familiar with it's basic common glosarry in a telco billing environment. These cheat words will come in handy when you're in the middle of an interview :D for a billing position. At least it came to me during one of my interview :D&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. What is Rating ?
Rating is a process to determine a cost for every event. This process involves the account system and the product catalog. Product catalog is a place where we store all product we sell (well, on this case, this will be all service we sell), including it's tariff. Imagine an online bookstore where they have a catalog containing what books they sell, and how much the price.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2. What is Charging ?
Is a logical place where the Rating process takes place. Charging means deducting or adding your balance. When you use a data service from your cellular to download a song, they will do a rating process for that event, and they will charge you a cost, deducting from your balance.
Talking about balance deducting, current IN/charging system usually have more than 1 pre-configured account that can be owned by a subscriber. Let's say main account, and dedicated account. Imagine this as a wallet, where you can store different types of money there. There are parts of money from your wallet used only to pay your SMS charge, and the other one is only to pay your Voice charge.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3. What is Re-rating ?
Re-rating means recount your cost for post-rated events. This usually done for discount. Imagine a package, that offers you free 10 minutes call after your 100th minutes call duration. This means that after your call duration reaches 100 minutes, then another 10 minutes call will be free of charge.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;4. What is Billing process?
Ok, so billing means producing your invoices. Usually this is used for postpaid subscriber where they're charged in offline mode. Offline mode means not realtime, batch, bulk, you name it. This paradigm has became a key words for those Billing vendor offers a Convergence Billing solution. We will get this on next section. So how about prepaid subscriber, do they get billing invoice too ? well, no, at least not if it's not a convergence billing. Usually for prepaid subscriber, they only get bill invoices when they're doing top up for their balance. And also, the billing usually includes taxes. These taxes can be included during rating process, or only when the bill invoice produced.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;5. What is Convergence Billing?
There are so many definition for this. Convergence billing is a billing system designed for all service events, including their own characteristics, and at the end, it produces a convergence bill for all of your services. Today's GSM world has offered lots of services. 10 years before, we can never imagine how a cellular phone can bring us a very fast data services, video call, ring back tone, music downloads, etc. Those services has their own characteristics, and therefore, there's a need for a flexible billing system that can handle this. Current IN/Charging system only provide a simple way to charge a service. It might require a software upgrade everytime you sell a new service. And not to mention today's trend, the hybrid customer, where a postpaid customer can do top up for their account using prepaid vouchers. Convergence billing tries to answer this by giving at least few things below :
a. One bill, for all types of services offered by the operators.
b. An online and realtime system, without having to wait for new billing cycle arrived to know your bill.
c. Easy to configure new service type, with it's own way-to-bill. This impacts on time to market for a new product.
d. Lot more.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;This glosarry is as far as I can understand or remember. Feel free to comment if you dont agree with my definition. I will be more than happy to get your input.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Then, have a nice interview :)&lt;/p&gt;</content><category term="Telco Billing"></category></entry><entry><title>Welcome to billing world....</title><link href="http://onty.maclab.org/2008/03/27/welcome-to-billing-world/" rel="alternate"></link><published>2008-03-27T00:00:00+00:00</published><updated>2008-03-27T00:00:00+00:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2008-03-27:/2008/03/27/welcome-to-billing-world/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Every event counts....
Outthinking. Outdoing....&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Familiar with those words ? Well yes you're right. Those are the slogans for 2 billing company in telco industries.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yes, it's been 3 weeks since I quit from my previos job in J University(some of you must have been familiar with this abbreviation) as …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Every event counts....
Outthinking. Outdoing....&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Familiar with those words ? Well yes you're right. Those are the slogans for 2 billing company in telco industries.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yes, it's been 3 weeks since I quit from my previos job in J University(some of you must have been familiar with this abbreviation) as one of Development team member. Currently I work for one of telecommunication company, CDMA450 based, in Indonesia (easy guess, there's just only 1 company using this technology in Indonesia). I join here as Interconnect Billing Specialist.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;It's been almost 3 years since I decided to move on to my next career path. Hard decision I guess. Well, of course there's a reason and hope. Also, there's a prayer and faith why I decided to resign. It's the billing world that makes me fall in love with telco.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I remember my first chance in billing world was in 2006, when I sent my CV, apply to a company as a Billing staff, got accepted, but the situation was a little bit difficult that day, my wife will gave birth soon, and I thought that this wasnt the right time to move, so I stayed.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;My second chance in billing world, came during a project in Indosat. Also, got recommended by one of my campus senior. Again, the time seems didnt fit. I got weblogic training to Hong Kong at the same month, it's a hard choice, but at least I still got my loyalty. It was the first time I got trained abroad, never miss those moment, I was more than happy that day, so I decided to stay.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;My third chance, here in my current company. I thought this is the right time to move. I doubt those chances would come back again for the fourth time. I always thought that joining telco industries right at it's heart was a very strategic decision for my next career path. Some colleagues told me that life will felt so stuck and slowly if I took this chance, well I heard them and I really appreciate them, but still... life is a path full of choice, right ? :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;My current job title here is Interconnect Billing and Retail Tariff management. Basically, billing solution can be divided into two major parts, Retail and Interconnect. Retail billing is the part where it deals with direct customers for their current balance, charging, and so on. It;s more like daily operational task. While Interconnect Billing relates to another operator. We deal with any kind of event that involved other licensed operator (OLO). While Retail Billing's usually done daily, Interconnect's cycle is only once in a month. Dispute solving, Volume Compare, Tariff Management, is our monthly tasks. We work together with the Retail Billing team, we share the CDR data, but we work in a different way.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ok, that's it. Time to go to bed, tomorrow, there's still CDR waiting to be rated.&lt;/p&gt;</content><category term="Telco Billing"></category></entry><entry><title>Why Telco? *Narsis</title><link href="http://onty.maclab.org/2007/06/03/why-telco-narsis/" rel="alternate"></link><published>2007-06-03T00:00:00+01:00</published><updated>2007-06-03T00:00:00+01:00</updated><author><name>Lintang JP</name></author><id>tag:onty.maclab.org,2007-06-03:/2007/06/03/why-telco-narsis/</id><summary type="html">&lt;p&gt;Kalo ditanya, kenapa bahagia di industry telco. Simply karena di sektor ini kayaknya teknologi berkembang terus, hampir tiap waktu (terlepas dari..apakah teknologinya sekarang akan kepake ato nggak, e.g: 3G ). Alasan lain, karena kayaknya di sektor inilah, orang-orang IT bener-bener &lt;em&gt;dianggap&lt;/em&gt;. Industri lainnya mungkin adalah perbankan sama perminyakan. Sedangkan …&lt;/p&gt;</summary><content type="html">&lt;p&gt;Kalo ditanya, kenapa bahagia di industry telco. Simply karena di sektor ini kayaknya teknologi berkembang terus, hampir tiap waktu (terlepas dari..apakah teknologinya sekarang akan kepake ato nggak, e.g: 3G ). Alasan lain, karena kayaknya di sektor inilah, orang-orang IT bener-bener &lt;em&gt;dianggap&lt;/em&gt;. Industri lainnya mungkin adalah perbankan sama perminyakan. Sedangkan di industri lainnya, orang IT ada yang hanya jadi IT Support, they deserve more than that! Mereka asset berharga perusahaan ... tentunya kalo perusahaan tahu gimana cara membuat mereka usefull.
Satu argumen dengan apa yg kumaksud &lt;em&gt;bener-bener dianggap&lt;/em&gt;, artinya setelah mereka bikin aplikasi, jadi, mereka nggak ditinggalin gitu aja dan cuman buat support aplikasi itu. Jarang ada inovasi teknologi baru, kerjanya ya bikin Sistem Informasi. Kalo gitu ceritanya, gimana orang IT bisa berkembang, ya nggak ? Beda ama orang IT yg di 3 industri tadi, setelah aplikasi baru, jadi, mereka mungkin support, tapi mereka selalu dapet update teknologi terbaru. Mereka belajar banyak hal baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bicara tentang industri telko, menurutku dibagi jadi 2 bagian besar, bagian &lt;em&gt;kasar&lt;/em&gt;, dan bagian &lt;em&gt;lunak&lt;/em&gt;. Bagian &lt;em&gt;kasar&lt;/em&gt; (ada quote nya loh, gak kasar beneran) itu bagiannya temen2 elektro jurusan telkom, sama mungkin arus lemah. Disitu ada BTS, BSC, MSC, dan lain sebagainya. Kalo bagian &lt;em&gt;lunak&lt;/em&gt; nih bagiannya orang informatika, sama mungkin orang elektro jurusan komputer. Disini ada yang namanya Billing, CRM, midleware, SMS Gateway, SMSC, USSD, Smart Card , HLR, dst.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bicara tentang bagian lunak, Billing nih jantungnya perusahaan telko. Disini semua tagihan dicatat. Tiap kali suatu service/layanan selesai diberikan (misal : telepon, sms, gprs) akan dibuat suatu file bernama CDR, yang nantinya akan di rating oleh mesin billing, yang nantinya (kalo postpaid) akan ditagihkan tiap bulan. Rating ini dilakukan tiap hari, untuk tiap event, untuk semua pelanggan. Jadi nggak usah dibayangin betapa sibuknya mesin billing ini tiap hari.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di front desk, ada customer care yang berhubungan langsung dengan pelanggan menggunakan aplikasi CRM. Aplikasi CRM ini biasanya dibangun diatas sebuah platfor terintegrasi. Kenapa begitu ? iya dong, customer care kan harus bisa njawab semua pertanyaan pelanggan yang berkaitan ama service yg di deliver. Contoh nyata nya, kita dateng ke gallery, trus nanya ... mbak, tagihan bulan lalu yg harus saya bayar berapa ya ? mbak, hp saya kok nggak bisa dihubungi sejak kemarin ya ? mbak saya mau aktivasi MMS gimana caranya ya ? mbak saya mau terminate nomer saya bisa nggak ? mbak, saya mau pindah dari prepaid ke postpaid, dst dsb. Dari gambaran diatas, bisa dilihat bahwa aplikasi CRM ini terhubung ke Billing, ke HLR (buat mengetahui kondisi service number anda di network), dan ke aplikasi2 proprietary lainnya. Ruwet ? yep, banget.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari situ, diperlukan sebuah, sesuatu, sesosok (halah..) mesin yang berfungsi mengintegrasikan semua sistem-sistem back end tadi. Aplikasi ini banyak disebut dengan istilah midleware. Salah satu implementasinya dalam bentuk ESB &lt;a href="http://jroller.com/page/JPrasojo/?anchor=esb_1"&gt;disini&lt;/a&gt;. Bayangannya, mesin ini punya konektor spesifik buat masing-masing back end system tadi (Service Engine) yang di ekspos dalam macam-macam bentuk protokol (Binding Components) seperti http, webservice, JMS, dst. Jadi misalnya, aplikasi CRM ingin mendapatkan data dari Billing, maka dia tidak harus connect langsung ke Billing menggunakan API API yg disediakan spesifik oleh billing, tapi dia bisa connect ke midleware menggunakan http, webservice, atau apapun yg disediakan oleh midleware. Tampak lebih rumit step nya ? nggak juga. Bayangin kalo sebuah operator memiliki beberapa sistem billing yang mempunyai API berbeda-beda, tentu sang CRM harus membuat konektor yg berbeda-beda pula. Bayangkan juga kalo yang harus memakai system billing tidak hanya aplikasi CRM, tentu untuk masing-masing aplikasi itu harus dibuat konektor ke billing. Arsitekturnya jadi bintang ruwet. Midleware menyederhanakan hal ini. Kita hanya harus membuat satu konektor untuk masing-masing system, kemudian konektor tadi di ekspose sebagai service yg bisa diakses melalui Binding Components. Untuk referensi bisa dibuka situs &lt;a href="http://www.eaipatterns.com"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu ada sms gateway. Contoh paling simple kegunaannya nih ketika registrasi kartu pra bayar. Kirim sms ke 4444, ketik daftar#bla bla bla. Contoh lain yaa kalo ada acara AFI atau Indonesian Idol gitu lah. Sms gateway ini sesuai namanya - gateway -, berfungsi sebagai penghubung dua hal atau lebih yang berbeda. Kalau kita kirim sms, akan diterima dan diteruskan oleh SMSC. Nah, kalau untuk kasus diatas, registrasi kartu pra bayar, logikanya kan ada proses insert ke database. Nah, proses insert ini bukan bagiannya SMSC karena dia cuma meneruskan sms saja. Oleh karena itu, dibuatlah gateway yang menghubungkan antara SMSC, sehingga ujungnya tuh sms bisa kecatet dan masuk ke database. Atau untuk kasus AFI/Indonesian Idol, dari SMSC akan meneruskan ke Content Provider, yang nyediain layanan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pengembangan lebih lanjut dari layanan yang disediakan SMSC ini adalah WAP PUSH dan MMS. Contoh layanan WAP PUSH ini mungkin adalah detikportal.com yang diakses via HP. Sedangkan untuk MMS mungkin penjelasannya begini, ketika kita dapet kiriman MMS, maka kita akan dapat sms yang berisi link yang bisa di klik untuk di download. Untuk referensi bisa buka &lt;a href="http://www.mbuni.org"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekian dulu bloggingnya ... waktunya ishoma :D&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;logger.info("written @grhaXL, 9th floor" );&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;originally posted 7/12/06&lt;/p&gt;</content></entry></feed>